Selasa, 11 Desember 2007

RENUNGAN-Q

Suatu ketika sahabatku berkata.."hidup itu hanya untuk menunggu mati."
Kucerna kalimat itu berkali-kali, kucoba memaknainya dengan benar.
Ternyata dari sekian kali kucoba untuk memaknai, sampailah pada kesimpulan akhir dalam alam berpikirku.
Sahabatku apa kau lupa kalau dalam perjalanan menunggu mati itu ada perjalanan untuk melakukan sesuatu yang mulia sesuai dengan petunjuk SANG PENGGENGGAM kehidupan?...,meskipun dalam perjalanan itu engkau diberikan sebuah tantangan yang membahayakan yang membuatmu terperosok dan hancur. Tinggal mana yang kau pilih ?...

Suatu ketika seorang teman bertanya.."bagaimana kamu menyikapi hidupmu?"
aku menjawab "kubiarkan hidup mengalir dan kuikuti alirannya, jika alirannya kurang deras maka kucoba membuatnya deras, dan jika alirannya mengalami rintangan kucoba untuk menyingkirkan rintangan itu, dan jika alirannya keruh kucoba untuk membuatnya menjadi jernih,sambil aku bermunajat semoga KEKASIH-ku kan tetap menjaga mata batinku untuk selalu berada pada aliran yang benar agar kelak sampai akhirnya nanti dia beri kesempatan padaku untuk menemui-NYA, dan berada disisi NYA kekal".

Suatu ketika adikku bertanya.."cinta itu yang bagaimana ?"
aku menjawab : cinta itu seperti aliran air yang alami yang mengalir pasti dari atas ke bawah dan tidak mungkin dia kembali lagi ke atas.
Kemudian adikku bertanya lagi.."apa perbedaan mencintai pendamping hidup dengan mencintai seorang kekasih?"
aku menjawab : jika kamu mencintai seorang kekasih yang bergerak adalah hatimu..., tetapi jika kamu mencintai pendamping hidup semua yang ada di dirimu akan terlibat, bersamanya akan merasa tenang, ada kelengkapan batin pada saat kamu bersamanya, bukan rasa bahagia dan bukan berbunga-bunga, tetapi perasaan lengkap itu kamu dapat merasakan, yang mana kamu sebelumnya tidak pernah merasakannya terhadap orang lain.

1 komentar:

ihsan mengatakan...

nice post bu,,,,keep post always :D